EDUKASI PHBS RUMAH TANGGA BERBASIS KOMUNITAS IBU PKK DESA LIBANG UNTUK MENIGKATKAN KESADARAN HIDUP SEHAT
Keywords:
PHBS Rumah Tangga, Edukasi, Ibu PKKAbstract
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga belum selalu dipahami dan dilaksanakan secara menyeluruh, karena sebagian masyarakat masih mengidentikkan PHBS hanya dengan kebersihan diri dan lingkungan serta belum mengenali indikator kesehatan ibu dan anak sebagai bagian di dalamnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Libang mengenai penerapan sepuluh indikator PHBS rumah tangga serta memperkuat peran mereka sebagai penggerak perilaku sehat di keluarga dan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan berbasis komunitas yang melibatkan 15 ibu PKK, tim pengabdian, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Borneo Tarakan. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas tahap persiapan, pemberian edukasi menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan media leaflet, serta tahap evaluasi melalui kuesioner pretest dan posttest pengetahuan dan pengukuran sikap setelah kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa proporsi pengetahuan ibu PKK kategori tinggi meningkat dari 54% menjadi 60%, sedangkan kategori rendah menurun dari 47% menjadi 40%. Sebagian ibu PKK masih belum memahami bahwa pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif, dan penimbangan bayi-balita termasuk indikator PHBS rumah tangga. Evaluasi sikap menunjukkan 93% ibu PKK berada pada kategori baik dan 7% pada kategori sangat baik. Antusiasme dalam diskusi juga menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas dapat mendukung penerimaan materi dan meningkatkan kesadaran ibu PKK. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi PHBS mampu meningkatkan pengetahuan dan memperkuat sikap positif ibu PKK, meskipun peningkatannya masih terbatas. Edukasi perlu dilakukan secara berkala dan disertai pemantauan penerapan indikator PHBS secara langsung di tingkat rumah tangga dengan melibatkan pemerintah desa, puskesmas, kader kesehatan, dan kelompok PKK.Downloads
Published
2026-05-31
Issue
Section
Articles


