PENGARUH PEMBERIAN TELUR AYAM (OVUM GALLUS DOMESTICUS) TERHADAP BERAT BADAN BALITA TIDAK NAIK (2T) DI PUSKESMAS TAROK KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2025
Keywords:
berat badan balita tidak naik (2T), telur ayamAbstract
Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh jumlah masalah gizi kurang pada balita pada tahun 2022 sebanyak 17,1% dan mengalami peningkatan pada tahun 2023 menjadi 23,4%. Intervensi yang bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan berat badan yaitu memberikan telur ayam rebus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Telur Ayam (ovum gallus domesticus) terhadap berat badan balita tidak naik (2T) di Puskesmas Tarok Kota Payakumbuh Tahun 2025. Jenis penelitian pre eksperimen dengan desain penelitian pre dan posttest one group design. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari – Maret 2025. Populasi dalam penelitian adalah semua balita usia 6 – 59 bulan dengan berat badan tidak naik (2T) yang berjumlah 20 orang dengan jumlah sampel 16 orang. Teknik pengambilan sampel purposive Sampling. Data dianalisis secara univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji t test paired. Hasil penelitian didapatkan Rata – rata berat badan balita tidak naik (2T) sebelum diberikan telur ayam (Ovum Gallus Domesticus) adalah 11,54 kg dengan standar deviasi 1,563 dan sesudah adalah 11,93 kg dengan standar deviasi 1,652. Hasil uji statistik terdapat pengaruh pemberian telur ayam (ovum gallus domesticus) terhadap berat badan balita tidak naik (2T) dengan nilai p value 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan terdapat pengaruh pemberian telur ayam (ovum gallus domesticus) terhadap berat badan balita tidak naik (2T). Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk dapat membantu mengatasi masalah gizi pada anak balita salah satunya dengan memberikan telur ayam rebus.




