HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DENGAN ANGKA KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH
Keywords:
Hemoglobin; Ibu Hamil; Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR).Abstract
Anemia merupakan kondisi medis yang umum terjadi pada ibu hamil, ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) di bawah 11 g/dL. WHO mencatat prevalensi anemia pada ibu hamil secara global mencapai 41,8%, dengan distribusi di Asia sebesar 48,2%, Afrika 57,1%, Amerika 24,1%, dan Eropa 25,1%. Anemia menjadi salah satu faktor risiko signifikan dalam kehamilan yang dapat berkontribusi terhadap meningkatnya angka kematian ibu (AKI). Di Indonesia, AKI masih tinggi, yaitu 4.627 kasus pada tahun 2020, meningkat dari 4.221 kasus di tahun sebelumnya. Sebagian besar kematian ibu disebabkan oleh perdarahan (28,75%) dan hipertensi dalam kehamilan (33,1%). Selain itu, berat badan lahir rendah (BBLR) yang didefinisikan oleh WHO sebagai berat bayi ≤2.500 gram, menjadi faktor utama morbiditas dan mortalitas neonatal. BBLR meningkatkan risiko kematian neonatal hingga 20 kali lebih tinggi dibandingkan bayi dengan berat normal. UNICEF menyatakan bahwa BBLR adalah prediktor terbesar angka kematian bayi, khususnya pada bulan pertama kelahiran. Di Sumatera Utara, tahun 2022 tercatat 741 kasus kematian ibu dan bayi, dengan rincian 131 kasus kematian ibu dan 610 kasus kematian bayi baru lahir. Fakta ini menunjukkan perlunya intervensi yang lebih terfokus dalam menangani anemia pada ibu hamil dan pencegahan komplikasi kehamilan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.



